Anak: Mutiara Kehidupan

Banner-kba

Saya sedang belajar menulis dan mendapat tantangan dari suami untuk membuat ulasan atas postingan dari Sosok itu. Saya memilih untuk mengulas tulisan Anak: Mutiara Kehidupan.

saya sepakat, bawa anak adalah mutiara kehidupan. dan mempunyai anak adalah sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa karena ternyata ada keluarga yang lama mendapatkan anak atau bahkan sama sekali tidak dikaruniai anak. Maka rasa syukurlah yang selayaknya diberikan pada Yang Maha Memberi atas karunia tersebut.

Wujud syukur itu pun harus mewujud atau menunjukkan bukti. Apakah buktinya bahwa kita yang dikarunia anak mensyukuri nikmat tersebut? Apakah sekedar memberinya makan dan tempat tinggal? Sekedar memberinya uang untuk sekolah dan jajan? Tidak. Sungguh bukan itu yang paling dibutuhkan anak-anak kita. Memang benar ia bisa mati bila tidak makan, tetapi ia akan lebih cepat mati ketika ia tidak mendapatkan perhatian dari kita. Ia memang bisa berhasil dengan pendidikan yang kita berikan, tetapi ia tak lagi punya hati apabila ia tidak merasakan kasih sayang dan perhatian kita.

Bermain, bercanda, senyuman dan pelukan adalah bukti bagi mereka akan perhatian dan kasih sayang kita. Biarkan mereka tahu bahwa kita adalah orang tua yang menyenangkan bagi mereka. Biarkan mereka tahu bahwa kita sayang pada mereka. Dan pastikan mereka tahu bahwa kita akan selalu ada buat mereka apapun yang sedang mereka alami atau rasakan. Apapun peran kita, sebagai ayah atau ibu, lakukanlah hal yang sama. Dan kelak mereka akan berkata, “Idola saya adalah ayah saya” atau “idola saya adalah ibu saya”.

Dan ajaib, bila kita menjadi ayah atau ibu yang baik (penuh teladan, perhatian dan kasih sayang) bagi mereka, maka mereka juga akan lakukan hal yang sama pada anak-anak mereka dan kemudian mereka menjadi ayah dan ibu yang baik bagi anak-anak mereka. Maka kemudian perubahan peradaban pun akan terbentuk.

Tak perlu uang yang banyak untuk menunjukkan perhatian dan rasa sayang kita. Tersenyumlah lebih banyak pada mereka melebihi senyum terindah kita pada orang lain di luar rumah. Peluklah mereka ketika mereka sedih, murung, atau butuh dukungan. Katakan, “Ayah sayang kamu nak”. Letakkan koran yang sedang kita baca, hadapkan muka dan perhatian kita penuh pada anak kita ketika ia berbicara dan bercerita. Oh ya, jangan katakan, “Ayah sayang kamu nak” ketika anak kita sedang tertidur karena ia tidak akan pernah mengetahuinya. Dan yang terpenting, seperti yang dikatakan Sosok itu, buang ego kita untuk melakukan itu semua dengan tulus dan ikhlas.🙂

wallahua’lam…🙂

5 responses to “Anak: Mutiara Kehidupan

  1. Ani terus menulis ya,,, uda yakin ani bisa menghasilkan sebuah karya tulis yang bisa bermanfaat bagi keluarga kecil kita dan orang lain… i really proud of you my dear🙂

    ganbatte😉

  2. Anak adalah anugerah sekaligus amanah bagi orang tua, jangan salah memandang dan menempatkan anak. jangan asingkan anak dari keluarganya dengan menempatkan ia pada gelimang harta.

    Sukses untuk kuisnya!

  3. jadi ingat kata-kata seorang psikolog di kickandy, bahwa anak itu butuh 3P : Penerimaan dirinya apa adanya, Penghargaan atas sekecil apapun prestasi yang diraihnya, dan Pujian atas segala tindakan terpuji yang dilakukannya…

    *belum punya anak, bahkan belum menikah, tapi tulisan ini jadi menambah wawasan saya…

    _salam kenal🙂 _

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s