My Gout Arthritis

Di usiaku yang kedua puluh tahun (tahun 2003), dokter mengatakan aku menderita penyakit asam urat. Asam urat? Aku tak mengerti itu penyakit apa. Minimnya penjelasan seputar pantangan makan tak membuatku puas. Sepulang dari klinik aku browsing tentang asam urat. Barulah aku mengerti lebih jauh tentang asam urat yang istilah kedokterannya disebut gout arthritis.

Gejala yang kurasakan adalah nyeri pada lutut. Kira-kira 2 bulan sebelumnya, nyeri itu terasa pada tulang bagian tengah paha kemudian pindah ke bagian tulang persis di atas lutut, barulah kemudian nyeri pada lutut.

Hasil browsing mengatakan bahwa asam urat biasanya disebut penyakit orang tua. Setelah itu hampir tiap dokter yang kutemui terkejut saat aku mengatakan aku menderita  penyakit asam urat karena usiaku masih muda. Berdasarkan literatur yang aku baca, penyakit ini bisa disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor makanan yang mengandung zat purin berlebih seperti jeroan, sayuran hijau, kacang-kacangan, sarden, dll.  Faktor kedua adalah faktor keturunan dimana tubuh tidak mampu mengeluarkan zat purin dengan optimal. Aku menyimpulkan termasuk faktor yang kedua karena ayahku di usia mudanya (sekitar umur 20 tahun) juga sudah menderita penyakit asam urat.

Tahun 2004 aku kembali berobat dan memeriksa kadar asam urat. Kadar asam uratku di atas normal mendekati angka 8 dimana kadar asam urat yang normal untuk perempuan berkisar antara 2,6-6 mg/dl. Walaupun aku telah paham tentang penyakit ini tapi aku belum begitu ngeh. Banyak pantangan yang tetap aku makan. Di usia 20 tahun tersebut aku masih belum bisa menahan diri untuk tidak memakan berbagai pantangan dan justru banyak dari pantangan itulah makanan kegemaranku. Apalagi makanan itu akan lebih terasa nikmat ketika ada larangan untuk memakannya.

Pernah sakitku kambuh. Aku terbangun pada pukul 3 dinihari dan menyadari aku belum shalat isya. Aku ingin bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu dan sholat tapi ups, ketika bangun lutut kananku terasa tebal dan sakit, dan ketika kupaksakan berdiri aku terjatuh. Kaki kananku tidak bisa digunakan untuk berdiri. Aku diam beberapa menit sampai rasa sakitnya sedikit berkurang dan mulai bisa dibawa berjalan.

Tahun 2006 aku kembali memeriksa kadar asam urat dan hasilnya tetap di atas normal. Saat kambuh, kadang di lutut atau pergelangan tangan, rasanya cukup tersiksa. Aku tak bisa bergerak dengan bebas. Bahkan aku tak kuasa mengangkat 1 botol air mineral 600 ml atau satu gayung air. Bayangkan bagaimana tersiksanya aku ketika bersuci setelah buang air besar. Ketika yang sakit adalah lutut , aku harus sedikit menyeret kaki pada saat berjalan karena adanya tuntutan kuliah atau urusan lain yang harus kukerjakan. Ketika terasa sakit di pergelangan tangan, tangan akan menjadi kemerahan,  keras, dan sedikit panas. Posisi tangan harus diatur dengan baik  agar rasa sakitnya berkurang. Kondisi demikian membuatku tak kuasa untuk menyisir rambut dan sulit untuk mengganti pakaian. Rasa sakitnya membuatku tak bisa tidur, ingin menangis tapi air mata tak bisa keluar.

November 2010 rasa sakit kembali terasa di pergelangan tangan dan lutut sebelah kanan sehingga sulit untuk meluruskan kaki ketika ingin berdiri. Ku tekuk sedikit kakiku untuk mengurangi rasa sakit pada saat berjalan. Aku memutuskan untuk kembali berobat ke klinik tetapi tetap tidak ada perubahan setelah meminum obat anti radang dan penurun kadar asam urat yang diberikan dokter.

Berselang dua minggu, aku pergi ke rumah sakit  sekaligus memeriksa kadar asam urat. Ajaib, kadar asam uratku normal, hanya 4,8. Aku hanya diberi anti radang dan vitamin. 5 hari kemudian sakitku tak kunjung membaik. Aku pergi lagi ke rumah sakit yang berbeda dan kembali memeriksa kadar asam urat untuk mendapatkan second opinion untuk lebih  meyakinkan diriku. Ternyata kadar asam uratku hanya 4. Dokter kembali memberikan anti radang dan vitamin. Namun, rasa sakit yang kurasakan tak kunjung hilang.

Aku bingung, gejala asam urat yang kurasakan sama seperti dulu tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan normal. Selain itu pemeriksaan kali ini sudah dua kali di dua tempat yang berbeda. Aku tidak puas. Maka saat berada di kota yang berbeda aku berobat ke spesialis penyakit dalam. Aku menjalani rontgen pergelangan tangan dan lutut. Hasilnya tak ditemukan sesuat u yang menunjukkan kelainan. I’m normal. Tidak ada “biang kerok” penyakit di sana. Tapi kenapa aku sakit??

Sebenarnya aku sudah lelah dengan segala pengobatan yang aku jalani selama ini. Aku mulai berpikir apakah rasa sakit ini hanyalah faktor sugesti dari diriku? Ataukah karena aku banyak pikiran? Ataukah karena faktor emosi negatif dalam diriku? Setelah kuingat-ingat ternyata selama ini sakit yang kurasakan seringkali muncul saat aku menyimpan kemarahan dalam diriku.

Aku teringat ibu. Satu bulan menjelang pernikahanku pada pertengahan tahun 2010, asam urat ibu kambuh hingga tak bisa berjalan. Ibu lebih banyak di atas tempat tidur. Berjalan ke kamar mandi benar-benar menyakitkan untuknya. Saat itu pikiran ibu memang berat untuk persiapan pernikahan. Hal yang ajaib adalah setelah lewat 7,5 bulan pernikahanku, penyakit asam urat ibu tidak pernah kambuh lagi dan sekarang ibu melahap sayuran hijau sesukanya. Aku menjadi lebih yakin bahwa faktor terbesar timbulnya penyakit disebabkan faktor pikiran.

Berdasarkan pengalaman sakitku yang terakhir, aku jadi lebih yakin bahwa hal yang terpenting untuk menjaga kesehatan adalah pikiran yang positif. Pikiran positif akan membuat hati tenang, dan dengan hati yang tenang kita mampu menyalurkan emosi dengan baik. Meledakkan amarah memang tidak baik tapi memendamnya juga jauh tidak baik. Lama-lama bisa menggerogoti tubuh kita dan dapat menyebabkan penyakit berat seperti penyakit jantung.

Jalan terbaik adalah membicarakannya dengan bijak lalu memaafkan. Maaf adalah obat yang luar biasa. Banyak orang mengatakan sulit untuk memaafkan apalagi bila orang tersebut menyakiti kita dengan begitu “kejam”. Yah, saya tau ada saat-saat kita sulit memaafkan orang lain. Namun, ternyata dengan memaafkan dapat membuat saya terbebas dari rasa sakit dan membuat saya lebih tenang. Bila benar-benar sulit, saya meminta bantuan Allah untuk menolong saya memaafkan orang tersebut.

Pikiran yang positif akan membuat hati tenang. Bila hati tenang serta bersih dari rasa sakit hati, marah atau emosi negatif lainnya maka akan menjadi lebih mudah melakukan langkah-langkah selanjutnya untuk sehat dan tubuh akan  menjadi lebih mudah untuk diajak berkompromi. Saran-saran untuk menjadi lebih cepat sehat pun lebih mudah untuk kita ikuti.

Sederhananya, ketika aku mulai merasakan nyeri di lutut atau pergelangan tangan, aku mulai introspeksi diri. Apakah aku sedang kesal atau marah pada seseorang? Bisa rekan kerja atau keluarga. Bila ya, apa yang membuatku kesal/marah dan apa solusinya. Kemudian berusaha memaafkan mereka. Bila ternyata aku tidak sedang marah atau kesal, aku bertanya pada diri sendiri pantangan apa saja yang telah kumakan dan berapa banyak konsumsi air putih dalam beberapa hari terakhir?

Langkah-langkah yang biasanya kulakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah kambuhnya  penyakit asam uratku:

• memperbanyak minum air putih karena air putih dapat membawa racun-racun dari dalam tubuh keluar melalui air seni, keringat dan lain-lain. Apalagi obat-obatan bersifat racun, yang dapat mengendap dan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Dengan banyak minum air putih akan membantu proses pengeluaran racun-racun tersebut termasuk zat purin.

• meminum suplemen atau vitamin yang dapat mempercepat proses penyembuhan seperti madu, habbatussauda, minyak zaitun dan lain-lain [walaupun beberapa diantaranya mempunyai rasa yang kurang enak🙂 ]

• menjaga diri untuk menjauhi pantangan baik untuk sementara waktu atau untuk selamanya.

• bila kadar asam uratku tinggi dan langkah-langkah di atas belum berhasil, aku  meminum obat penurun kadar asam urat dan penghilang nyeri.

Alhamdulillah, saat ini penyakit asam uratku jarang kambuh dan bila kambuh nyeri yang kurasakan cukup ringan dan dalam waktu yang tidak lama dapat menghilang.

Terlepas dari itu semua yang terpenting adalah kita ikhlas menjalani penyakit ini. IKHLAS. Ini adalah ujian Allah. Ujian Allah berupa sakit bisa menjadi penggugur dosa-dosa kita bila dijalani dengan ikhlas. Insyaallah.

Kadang bila merasa “lelah” dengan sakit yang sedang kambuh, aku sering melantunkan syair berikut ini:

Muhasabah cinta

By: Star Five

Wahai pemilik nyawaku

Betapa lemah diriku ini

Berat ujian dariMu

Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan baru kusadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini kuharapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berdzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa biar jadi

Penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku

Teringat semua yang Kau beri untukku

Ampuni khilaf dan salah

Slama ini ya Ilahi

Muhasabah cintaku

Tuhan kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika ku harus mati

Pertemukan aku denganMu

Semoga bermanfaat untuk diri saya pribadi dan untuk orang lain.

Wallahua’lam.

Artikel ini diikutsertakan dalam  Kontes Aku Ingin Sehat

4 responses to “My Gout Arthritis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s