Alhamdulillah… Asam Urat Saya Membaik

ASAM URAT

Sejak sekitar tahun 2003 dokter mengatakan bahwa saya sakit asam urat. Sebuah penyakit yang aneh terdengar diidap oleh seseorang yang masih berusia 20 tahun. Hasil laboratorium pun menyatakan bahwa asam urat saya di atas normal. Sejak saat itu, saya mengumpulkan segala informasi tentang asam urat, mengenal gejala dan pantangan, dan mulai membatasi makanan yang dapat saya konsumsi. Orang tua dan keluarga lain pun selalu mengingatkan saya untuk menjaga dan membatasi makanan. Ketika saya menikah, saya lebih ketat menjaga makanan.

Usaha saya dalam membatasi makanan dan menghindari pantangan tidak benar-benar membuat saya menjadi sehat. Rasa sakit di pergelangan tangan atau di lutut kaki sering terasa. Bahkan walaupun saya tidak memakan pantangan tetap saja rasa sakit saya rasakan. Awalnya saya selalu stock obat penurun kadar asam urat yang saya beli di apotik, namun saya tidak ingin terus-menerus mengkonsumsi obat sehingga saya memutuskan untuk tidak lagi menyimpan obat di rumah. Karena bila ada stock obat biasanya saya lebih tergiur untuk memakan pantangan. Kan ada obatnya, begitu saya biasa berkilah dalam hati.

Beberapa bulan menikah, saya belajar untuk lebih menjaga dan membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati serta belajar ikhlas dan mengurangi marah. Alhamdulillah, sakit saya jarang kambuh. Namun sekitar akhir tahun lalu saya kembali merasakan sakit dengan gejala asam urat seperti biasa, selama satu bulan, sampai saya sulit berdiri dengan lurus. Lutut harus sedikit ditekuk ketika berdiri dan kaki sedikit diseret untuk mengurangi rasa sakit. Saya cek ke rumah sakit, dua kali di dua rumah sakit yang berbeda, namun hasilnya sama yaitu normal. Saya tidak puas. Kemudian di kota yang berbeda saya berobat ke spesialis penyakit dalam kemudian dirujuk untuk rontgen pergelangan tangan dan lutut. Hasilnya menunjukkan tidak ada kristal atau apapun di persendian saya. Saya semakin bingung. Akhirnya saya menyimpulkan sakit tersebut karena stres. Pada saat itu ada pikiran tentang pekerjaan.

Sekitar satu bulan yang lalu, saya ditemani suami berobat ke klinik dekat rumah karena daerah sekitar lutut terasa sakit. Saya menduga asam urat. Saya jelaskan riwayat asam urat dan riwayat berobat saya selama ini kepada dokter umum tersebut. Setelah mendengar semua keterangan saya dan bertanya ini itu, dokterpun “menceramahi” saya. Dokter menceritakan pengalamannya dan cara dia menjalani hidup. Ia katakan bahwa kadar asam uratnya pernah sampai angka 9 (normalnya laki-laki maksimal 7, perempuan 6) tapi sama sekali tidak merasakan sakit.

Dokter menceritakan pada kami bagaimana ia menjalani hidup: pikiran tidak terkungkung dengan masalah, enjoy menjalani hidup dan menghadapi permasalahan, menghilangkan rasa khawatir yang berlebih.  Tidak terpaku dengan masalah dunia. Bila hari ini ada masalah, maka esok tetap semangat karena hari baru dimulai dengan semangat baru pula.

Saya dan suami pun manggut-manggut mendengar nasehat tersebut dan berpikir, “iya juga ya”. Selama ini setiap berhadapan dengan pantangan makan, maka yang saya pikirkan adalah bahwa makanan ini dapat menyebabkan asam urat, saya hanya boleh memakan sedikit saja, wah kemaren sudah makan pantangan sekarang berarti ga boleh, dll. Saya sering tidak bahagia ketika ingin sekali memakan suatu pantangan tetapi tidak boleh. Dan bukankah ketika kita dilarang memakan sesuatu maka kita justru semakin ingin memakannya.

Sikap tersebut saya ubah. Suami juga mendukung. Kemudian yang saya lakukan adalah dengan happy memakan apa yang ingin saya makan. Saya memakan sayur bayam, buncis, kacang tanah, kacang panjang, daun singkong, alhamdulillah saya tidak merasakan sakit lagi. Kadang masih ada rasa agak kaku tapi sangat jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Saya juga terus belajar untuk mengelola emosi negatif dengan lebih baik. Belajar asertif. Belajar mudah memaafkan dan mengikhlaskan. Belajar sabar. Dan alhamdulillah, Allah memudahkan saya dalam hal penyakit ini.

Wallahua’lam apa sebenarnya yang membuat perubahan besar pada saya. Allah lah yang lebih mengetahui.

Semoga bermanfaat dan terinspirasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s