Mengapa seorang ibu harus di rumah??

Mengapa seorang ibu harus di rumah?? Bukankah saat ini masa emansipasi wanita?

Bila kita cerdas dan mau jujur dengan diri sendiri, seorang muslimah tidak akan memusingkan masalah emansipasi dirinya. Karena sejatinya, islam telah memuliakan seorang wanita jauh hari saat kaum yang lain masih menghinakan wanita. Dan eksistensi seorang wanita berada dalam rumah tangganya sendiri… Wallahua’lam…

Seorang anak, sangat membutuhkan ibunya dalam tumbuh kembangnya. Ia butuh ibunya untuk menumpahkan semua rasa setiap saatnya. Ia ingin dimengerti oleh ibunya. Ia ingin dibantu oleh ibunya. Ia ingin mendapatkan kepastian bahwa ia tak akan pernah sendiri di tengah kegelapan. Tak ada yang dapat memberi itu semua dengan sempurna kecuali seorang ibu.

Mengapa saat ini banyak sekali masalah muncul pada diri seorang anak??? Menurut saya, karena begitu banyak hilangnya peran ibu dalam dirinya. Begitu banyak peran ibu yang digantikan oleh orang lain yang sejatinya tak akan pernah dapat tergantikan oleh orang lain.

Hilangnya peran seorang ibu dapat membuat “luka” dalam diri seorang anak. Luka yang sulit untuk dijelaskan dan bahkan tak mampu dijelaskan oleh sang anak. Luka itu akan terus dibawa hingga ia dewasa bahkan ia tua. Kadang bahkan ia tak mampu melepaskan diri dari luka itu selama-lamanya.

Bila keadaannya demikian, maka ia tak bisa menikmati lagu-lagu tentang ibu. Seperti Bunda, Maa (dalam film edukasi Taare Zameen Par), My Mom is Amazing, Ummi, atau lagu berisikan mengenai seorang ibu lainnya. Ia mungkin saja menitikkan air mata ketika mendengar atau mencoba menghayati lagu-lagu tersebut, tetapi bukan air mata haru, bahagia, atau rindu pada ibu melainkan air mata sedih karena ia merasa tak memiliki ibu seperti dalam lagu-lagu tersebut…

“Tragedi” ini tidak saja akan merugikan diri sang anak. Apabila sang anak tak mampu memaafkan kekhilafan sang ibu ataupun mengikhlaskannya, dengan sadar ataupun tidak ia bisa saja melakukan hal yang sama pada anaknya kelak. Karena begitulah ia diajarkan sejak kecil oleh ibunya tentang bagaimana menjadi seorang ibu.

Satu hal yang harus dipahami seorang ibu, bahwa “diamnya seorang anak bukan berarti tidak ada masalah. Walaupun anak tumbuh menjadi anak yang dinilai baik (tak membuat masalah) bukan berarti bahwa tidak ada masalah”. Karena seringkali “masalah” seorang anak tersembunyi jauh di relung hati sang anak. Bahkan seringkali sang anak sendiri tak mengenalinya hingga ia beranjak dewasa nanti…

Bila seorang ibu mengatakan bahwa anak adalah prioritas nomor satu dalam hidupnya, mari kita bertanya kembali pada hati kita yang terdalam dan terjujur, apakah setiap tindak-tanduk di setiap helaan nafas kita benar-benar untuk kepentingan anak kita…

Hati yang baik akan memberikan jawaban terbaik, insyaallah…

Wallahua’lam…

2 responses to “Mengapa seorang ibu harus di rumah??

  1. tulisan yang cerdas Ani🙂 semoga bisa mengispirasi ibu-ibu lainnya🙂 semoga kita selalu belajar untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita nantinya🙂 semoga Allah selalu membukakan hati kita dalam memahami agama Allah🙂 amin🙂

    Btw, uda selalu menunggu-nunggu tulisan Ani😉 keep writing ya Ani..🙂 jaga hati dalam menulis ya Ani🙂

    • amin… makasih uda🙂 selalu ingatkan ani dalam setiap langkah ani. semoga apapun yang ani lakukan dapat terjaga keikhlasannya.. makasih uda untuk setiap dukungan uda atas apapun yang ani lakukan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s